Kamis, 17 Maret 2011

Cerpen : Indigo??? Part 2

Pada saat itu perasaan Reza bingung, disatu sisi ia ingin memberi tahu Tyo kalau sebentar lagi akan mengalami kecelakaan tetapi disisi lain, ia tidak mau membuat Tyo ketakutan karena siapa tahu perkiraannya itu salah dan Reza takut Novia, Grace dan Nirwan tidak akan percaya dengan perkataannya.
Akhirnya Reza memutuskan untuk tidak memberi tahu siapapun tentang kejadian yang akan menimpa Tyo karena belum tentu perkiraannya itu benar. Waktu menunjukkan pukul lima sore, mereka bergegas pulang kerumah termasuk Tyo. Dalam perjalanan pulanh, Tyo mendapat musibah, motor yang ia kendarai ditabrak oleh truk dan Tyo langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat oleh warga sekitar. Salah satu warga menghubungi pihak keluarga Tyo. Mendengar anaknya mengalami kecelakaan, kedua orangtua Tyo langsung bergegas ke rumah sakit. Sang ibu juga menghubungi Nirwan untuk memberitahu kabar buruk ini.
Mendapat kabar dari Ibunya Tyo, Nirwan terkejut dan sangat sedih mendengar sahabatnya kecelakaan dan terbaring lemah di rumah sakit. Selama diperjalanan ke rumah sakit, Nirwan juga mengabarkan Novia dan Grace namun nomor handphone Reza tidak bisa dihubungi.
Sesampainya dirumah sakit, Nirwan, Grace dan Novia langsung melihat keadaan Tyo yang sedang kritis dengan penuh kekhawatiran. Tak lama kemudian, Tyo telah sadarkan diri.
“Wan, Reza mana? Kok tidak bersama kalian?” Tanya Tyo dengan nama yang tertatih
“Aku sudah mencoba menghubungi Reza tetapi nomernya tidak dapat dihubungi, sudahlah yo jangan memikirkan Reza dulu, pikirkan kesehatanmu” jawab Nirwan
“Ma,Pa, maafkan kesalahan Tyo ya mungkin Tyo sering membuat Mama Papa susah” kata Tyo
Ayah dan Ibu Tyo tersenyum haru mendengar putranya berbicara seperti itu
“Wan, Nov, Grace, aku minta maaf ya kalau selama ini aku punya salah sama kalian” kata Tyo
“Iya yo kita sudah memaafkan kesalahan kamu kok” jawab Tyo
“Jaga diri kalian baik-baik ya, rajinlah belajar, sampai kapanpun kalian harus tetap bersama ya jangan pecah dan aku doakan semoga kalian sukses. Satu lagi sampaikan salam dan permintaan maafku kepada Reza” kata Tyo dengan nafas yang terengah-engah
“Laa..illahaillah muham..madar..rasull..ullah..” ujar Tyo dengan nada yang pelan”
Tyo pun menghembuskan nafas terakhirnya.
“Tyoooooo….” Teriak Nirwan sambil menangis
“Innalillahi wainnailahi roji’un” kata Ayah Tyo sambil meneteskan air mata
Nirwan, Novia dan Grace tidak percaya kenapa Tyo pergi secepat ini, mereka sangat terpukul terutama Nirwan sahabat dekat Tyo sejak SMP.
Dengan rasa sedih yang mendalam dan sangat terpukul, ia mencoba menghubungi Reza untuk menyampaikan berita duka ini. Mendengar kabar tersebut, Reza seolah tidak percaya bahwa Tyo pergi dengan mendadak seperti ini terlebih lagi ia sangat menyesal karena sebelumnya ia sudah mengetahui Tyo akan mengalami kecelakaan. Nirwan, Novia, Grace dan Reza tak menyangka bahwa persendagurauan tadi di kampus adalah pertemuan terakhirnya dengan Tyo.
Dari rumah sakit sampai ke pemakaman, Novia, Nirwan, Grace dan Reza selalu meneteskan air mata atas kepergian sahabat terbaik mereka terutama Reza yang selalu dihantui rasa bersalah dan rasa menyesal yang sangat besar.
Sejak dari upacara pemakaman Tyo sampai sepuluh hari setelah kepergian Tyo, Reza selalu merenung dan sering melamun. Nirwan, Grace dan Novia bingung apa yang terjadi dengan Reza. Hingga suatu hari, mereka bertanya kepada Reza apa yang terjadi pada diri Reza
“Za, kami perhatikan akhir-akhir ini kamu selalu merenung? Kamu masih sedih dengan kepergian Tyo? Apa kamu ada masalah lain? Coba ceritkan pada kami siapa tahu kami bisa meringankan bebanmu?” bujuk Grace
Dengan sedikit paksaan dari ketiga teman-temannya itu, akhirnya Reza menceritakan tentang kemampuannya itu dan tentang kejadian yang menimpa Tyo
Mendengar pengakuan dari Reza, Nirwan pun marah besar kepada Reza.
“APAAA? Jadi kamu sudah mengetahui kalau Tyo akan kecelakaan?” Kenapa kamu tidak memberitahu kita agar kecelakaan itu tidak terjadi pada Tyo dan Tyo mungkin sampai sekarang masih bersama kita” kata Nirwan dengan nada marah
“Karena aku tidak mau Tyo ketakutan” jawab Reza
“Tetapi dengan kamu memberi tahu kita, kita bisa mencegah Tyo untuk pulang kerumah waktu itu jadi kecelakaan dapat terhindarkan” kata Grace
“Sudahlah jangan memojokkan Reza seperti itu, kematian sudah diatur oleh Yang Kuasa dan mungkin sudah takdir Tyo untuk pergi lebih cepat meninggalkan kita” kata Novia
“Tapi Nov, dia itu sama saja sudah membunuh Tyo secara tidak langsung dengan membiarkan Tyo kecelakaan” tambah Nirwan
“AKU DAN NIRWAN KECEWA PADAMU!!”tegas Grace
Nirwan dan Grace pun pergi meninggalkan Reza dan Novia karena kecewa dengan keputusan Reza. Novia terus berusaha untuk menghibur Reza agar Reza tidak larut dalam kesedihan yang mendalam.
Selama satu minggu, Nirwan dan Grace marah dan kecewa dengan Reza. Nirwan dan Grace sama sekali tidak mau bertemu dan berbicara lagi dengan Reza. Melihat keadaan seperti itu, Novia berencana ingin mempersatukan kembali Reza dengan Nirwan dan Grace.
“Nov besok aku sama Grace mau ke makamnya Tyo setelah selesai kuliah, apakah kamu mau ikut? Ajak Nirwan
“Hmmm.. aku tidak bisa wan, aku harus pergi sama keluargaku. Mungkin besok aku akan ke makam Tyo” jawab Novia
Mendengar Tyo dan Grace akan ke makam, Novia berencana untuk mengajak Reza untuk ke makam juga tanpa sepengetahuan Nirwan dan Grace. Sesampainya dimakam, Grace kaget melihat Novia datang bersama Reza.
“Wan pulang yuk, pembunuh dan pembohong datang!!” ajak Grace
“Tunggu!Wan, Grace didepan batu nisan Tyo ini, aku mau minta maaf sama kalian. Aku tidak mau kita bertengkar hanya karena masalah ini” pinta Reza
“Apa kamu bilang? Hanya karena masalah ini? Kamu bilang hanya? Aku sayang kepada Tyo, Tyo itu sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri tapi kamu membiarkan Tyo kecelakaan! Itu yang kamu bilang hanya?” bentak Nirwan
“iya aku tahu aku salah, aku minta maaf sama kalian berdua. Aku sudah kehilangan Tyo, aku tidak mau kehilangan kalian berdua” kata Reza dengan raut muka yang sedih
“Sudahlah kamu tidak perlu meminta maaf. Percuma maaf dan air matamu tidak bisa mengembalikan semuanya!!” tambah Grace
“Sudah.. Sudah jangan bertengkar disini. Lihat kalian ada dimana? Kalian berada di depan batu nisannya Tyo!! Kasihan Tyo kalau ia mendengar pertengkaran ini. Apa kamu lupa dengan pesan terakhir Tyo untuk kita? Ia pasti sedih melihat kita bertengkar seperti ini” kata Novia
“Tetapi aku tidak terima! Reza sudah membunuh sahabatku!” jawab Nirwan
“Semua ini tidak murni kesalahan Reza, kematian Tyo memang sudah takdir. Tolong kamu ikhlaskan Tyo” jelas Novia
Tiba-tiba terdengar suara seseorang ditengah perdebatan itu, dan itu adalah Tyo. Tyo sengaja menampakkan dirinya didepan Reza, Nirwan, Grace dan Novia.
“Nirwan sahabatku, benar kata Novia. Ini sudah takdirku yang harus aku jalani. Aku harus pergi meninggalkan kalian untuk selam-lamanya” kata Tyo
“TYOOO???” kata Nirwan, Grace, Reza, dan Novia bersamaan
“Tapi yo, sebelum kamu kecelakaan, Reza sudah mengetahui ini semua ia tidak mengetahui kepada kita termasuk kepadamu yo” kata Nirwan
“Tidak apa-apa kok wan, Reza memberitahu atau tidak memberitahuku, cepat atau lambat aku akan meninggal” kata Tyo
“Wan kalau kamu menganggap aku sahabat terbaik kamu, maafkanlah Reza dan bersatulah kalian. Aku tidak mau hanya karena kepergianku, kalian akan pecah” tambah Tyo
“Tetapi kita sangat kehilangan kamu yo” tambah Grace
“Nirwan, Grace ikhlaskanlah aku. Biarkan aku pergi dengan tenang walaupun aku tidak bersama kalian tapi percayalah aku akan tetap ada dihati kalian” kata Tyo
Berkat penjelasan dari Tyo, Nirwan dan Grace akhirnya memaafkan Reza. Nirwan dan Reza saling bersalaman dan berpelukkan dengan dihiasi wajah yang tersenyum haru.
“Maafkan aku ya wan” pinta Reza
“Iya za, aku juga minta maaf padamu” jelas Nirwan
“Tyo?? Tyo?? Dimana kamu?” kata Grace dengan bingung
Melihat teman-temannya sudah bersatu, Tyo pun akhirnya pergi dengan tenang.
“Za, aku harap setelah kejadian ini kamu harus terbuka ya sama kita, siapa tahu kita bisa meringankan bebanmu dan ingatlah seburuk apapun dirimu, kalau kamu membutuhkan kita, kemarilah kita masih disini” tambah Novia dengan raut wajah yang bahagia
“Terimakasih ya teman-teman aku janji, aku akan terbuka dengan kalian” jawab Reza dengan terharu bahagia.

TAMAT

Cerpen karya : Adhitya Ramadhan Dwi Putra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar