Senin, 02 Mei 2011

Ketahanan Nasional - Pokok-pokok Pikiran

A. Aspek Astagatra
Kehidupan Nasional dapat dibagi ke dalam beberapa aspek sebagai berikut :
Aspek alamiah meliputi gatra :
Posisi dan lokasi geografi negara
Keadaan dan kekayaan alam
Keadaan dan kemampuan penduduk
Aspek sosial / kemasyarakatan meliputi gatra :
Ideologi
Politik
Ekonomi
Sosial budaya
Hankam
Antara Trigatra dan Pancagatra terdapat hubungan timbal balik yang erat yang dinamakan keterhubungan (korelasi) dan ketergantungan (interdependensi).




B. Aspek Trigatra
B.1 Posisi dan lokasi geografi negara
Posisi dan lokasi geografis suatu negara dapat memberikan suatu petunjuk mengenai tempatnya di atas bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luar.
Bentuk ke dalam menampakkan corak wujud dan tata susunan tertentu. Indonesia misalnya, merupakan kesatuan laut dengan pulau-pulau di dalamnya. Pendapat yang mengatakan Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi laut adalah tidak benar.
Baik bentuk ke luar dan bentuk ke dalam merupakan wadah bagi bangsa yang mendiaminya. Bentuk tersebut sekaligus menentukan wujud bangsa yang mendiaminya. Sebaliknya, bangsa tersebut mempengaruhi pula lingkungannya. Negara memberikan kemungkinan berlangsungnya perikehidupan nasional yang sangat dipengaruhi oleh lokasi dan posisi geografi negara tersebut.
Ada dua jenis negara yang mempunyai ciri khusus berkenaan dengan lokasi :
a. Negara dikelilingi daratan (land locked country)
b. Negara dikelilingi lautan

Negara kepulauan (Archipelagic States)
Adalah negara yang terdiri dari pulau-pulau dan bentuk-bentuk alamiah lain yang mempunyai hubungan erat satu sama lain sehingga membentuk satu keutuhan geografis, ekonomis dan politis.

Bedakan dari kumpulan pulau-pulau berantai.
Negara Pulau (Island States)
Pada negara pulau, unsur daratan lebih besar daripada unsur laut.
Secara khusus Indonesia bisa disebut sebagai posisi silang di jalan silang dunia, yaitu di antara dua benua dan dua samudra.

B.2 Pengaruh lokasi dan posisi geografis
Istilah archipelago atau kepulauan mengandung arti bentuk geografis dan terbatas pada daerah hukum (teritoir, political boundaries).
Ke dalam : sebagai kesatuan laut (wilayah air) dengan beberapa pulau di dalamnya dan bukan sebaliknya (beberapa pulau dikelilingi air)
Ke luar : menunjukkan keserba-terhubungan dengan lingkungannya yang mempengaruhi kehidupan bangsa yang mendiami kepulauan itu baik ke dalam maupun ke luar, juga memberi suasana hubungan lingkungan (internasional) baik yang bersifat kawasan, mandala, maupun global.
Wilayah lingkungan itu selalu mengarah ke pengintegrasian yang disesuaikan dengan perkembangan integrasi kehidupan sosial, misalnya kerjasama di bidang ekonomi, social budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

B.3 Geopolitik dan geostrategi
Pengaruh letak geografi terhadap politik melahirkan geopolitik dan geostrategi. Kita kenal beberapa Wawasan Nasional (National Outlook) yang tumbuh karena pengaruh tersebut, seperti Wawasan Benua, Wawasan Samudra, Wawasan Benua-Bahari (Kombinasi) dan Wawasan Dirgantara. Indonesia berpendapat sesuai dengan sifat geografiknya bahwa penganutan satu wawasan saja tidak cukup, rawan dan tidak kekal.
a. Keadaan dan kekayaan alam
Adalah segala sumber dan potensi alam yang didapatkan di bumi dan di laut dan di udara yang berada di wilayah kekuasaan suatu negara, yang dibagi dalam 3 golongan : hewani (fauna), nabati (flora), dan mineral. Ada yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.
b. Keadaan dan kemampuan penduduk
Penduduk adalah manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Tinjauan masalah penduduk umumnya dikaitkan dengan pencapaian kesejahteraan dan keamanannya.


Sumber : elib.unikom.ac.id/download.php?id=105802

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar